Bersama ini kami sampaikan dengan hormat Laporan Hasil Pelaksanaan Tugas Kabinet Indonesia Bersatu bidang Pekerjaan Umum,dengan beberapa penjelasan sebagai berikut :
1. Berdasarakan Arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2004-2009 yang ditetapkan dengan Peraturan Presiden RI No. 7 tahun 2005, maka Program Kerja Departemen Pekerjaan Umum telah kami tetapkan dalan Rencana Strategis (RENSTRA) Departemen PU 2005-2009 melalui Peraturan Menteri PU No. 51/PRT/M/2005. Dan pada tahun 2007 telah dilakukan Review RENSTRA Dep. PU terutama untuk lebih menajamkan sasaran program tahun 2007-2009 melalui Peraturan Menteri PU No. 03/PRT/M/2007.
2. Sejalan dengan prinsip triple track strategy :pro-growth, pro-job, dan pro-poor dalam RPJMN 2004-2009 untuk peningkatan pertumbuhan yang berkualitas, peningkatan penciptaan lapangan kerja dan pengetasan kemiskinan, maka prioritas pembangunan Insfrastruktur Pekerjaan Umum dalam RENSTRA Dep PU tahun 2005-2009 diutamakan untuk mendukung :
a. Peningkatan Pelayanan Dasar dan Pembangunan Perdesaan, meliputi : i) penyediaan air baku untuk daerah rawa air, ii) pembangunan jalan lau lintas/lingkar pada pulau-pulau kecil/terluar dan kawasan perbatasan, iii) penanganan kawasan kumuh/nelayan dan pembangunan Rusunawa, iv) penyediaan air minun dan sanitasi bagi MBR dan rawan air, v) pembangunan infrastruktur dasar untuk permukiman desa tertingal, terpencil, pulau terluar, kawasan perbatasan, dan vi) penanggulangan kemiskinan perkotaan.
b. Percepatan Pertumbuhan Ekonomi, terutama dalam i) mendukung ketahanan pangan, meliputi : pembangunan infrastruktur SDA (jaringan irigasi/rawa, pembangunan waduk dan embung, pengendalian banjir), dan pembangunan akses jalan pada pusat-pusat produksi pangan/beras; ii) peningkatan daya saing terutama untuk pertumbuhan ekonomi lokal meliputi : penyediaan air baku dan pembangunan jalan akses untuk kawasan industri, pusat pertumbuhan, agropolitan dan pariwisata, serta revitalisasi kawasan ; dan iii) melancarkan arus Barang dan Jasa meliputi: pemeliharaan dan pembangunan jalan Nasional, pembangunan jalan Akses kawasan industri/pelabuhan/bandara, pengendalian banjir termasuk penanganan sistem drainase untuk/primer, dan pembangunan jalan poros desa.
c. Peningkatan Kualitas Kelembangaan, antara lain meliputi : peningkatan kinerja pengawasan termasuk teknikal audit dalam rangka meningkatkan kualitas/mutu hasil pekerjaan, dan pemenuhan kewajiban institusi dalam pembuatan laporan triwulan dan semester, laporan akuntansi Keuangan/Barang Milik Negara (BMN).
3. Dalam memenuhi prioritas tersebut, pembangunan insfrastruktur Sumber Daya Air (SDA) mempunyai kontribusi langsung bagi terciptany ketahanan pangan sekaligus dapay mewujudkan revitalisasi pertanian dan penyediaan air baku bagi masyarakat dan industri. Upaya strategi ini, selama tahun 2005-2008 telah menghasilkan pembangunan 431 embung dan 9 waduk/bendungan, peningkatan jaringan irigasi seluas 453,98 ribu Ha dan rehabilitasi jaringan irigasi 1,32 juta Ha. Selain itu, dilakukan pula rehabilitasi dan peningkatan jaringan rawa seluas 820,6 ribu Ha. Pada pelaksanaan program tahun 2009 ini diharapkan dapat diselesaikan pembangunan 12 embung dan 2 waduk, peningkatan jaringan irigasi seluas 67,64 ribu Ha dan rehabilitasi jaringan irigasi seluas 173,5 ribu Ha, serta rehabilitasi/peningkatan jaringan rawa selaus 194,6 ribu Ha. Secara keseluruhan pencapaian kinerja pembangunan insfrastruktur Sumber Daya Air (SDA) sudah melebihi dari sasaran program yang telah ditentukan.
Pembangunan Infrastruktur Jaringan Jalan mempunyai peran penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah dan kelancaran arus barang/jasa. Upaya ini menghasilkan pencapaian kinerja sampai dengan tahun 2008 sekitar 84 % kondisi jalan nasional menjadi mantap dengan peningkatan dan pembangunan baru jalur jalan sepanjang 15.721 km. Dengan upay aoptimal secara berkelanjutan, pelaksanaan program tahun 2009 akan diharapkan dapat mencapai kondisi mantap menjadi 89 % dengan tambahan peningkatan dan pembangunan lajur jalan baru sepanjang 3.298 km. Selain itu sejak tahun 2005 sampai saat ini jalan tol telah selesai di bangun dan beroperasi sepanjang 93,65 kmm (termasuk jembatan tol suramadu). Sedangkan yang sudah dalam ikatan kontrak sepanjang 832,73 km, saat ini sedang dilaksanakan konstruksinya sepanjang 282,53 km. Untuk memberikan kemudahan penyertaan investasi jalan tol, telah disiapkan pengaturan dan pedoman terkait. Pencapaian kinerja pembangunan insfrastruktur jalan pada akhir 2009 ini sudah dapat melebihi 100 %.
Kinerja pembangunan Insfrastruktur Permukiman juga telah menunjukan dukungan sangat baik. Pada tahun 2005-2008, dengan PNPM-Mandiri telah dilaksanakan pembangunan Insfrastruktur Pedesaan sebanyak 19.023 desa tertinggal, 288 kawasan agropolitan dan 662 kawasan desa pusat pertumbuhan. Serta peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh dan Nelayan melalui P2KP di 30.949 kelurahan, NUSSP di 826 kelurahan seluas 7.702 Ha, dan pembangunan Rusunawa sebanyak 13.309 unit. Sedangkan untuk Air Minum telah diselesaikan tambahan kapasitas produksi sebesar 27.385 l/det yang melayani 10,57 juta jiwa, dan peningkatan air limbah di 303 kota/kab, persampahan di 385 kota/kab dan jaringan drainase perkotaan seluas 5.267 Ha. Pada tahun 2009 dilaksanakan program pembangunan Infrastruktur Pedesaan sekitar 3.124 desa tertinggal, 37 kawasan agropolitan dan 47 kawasan desa pusat pertumbuhan. Serta Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh dan Nelayan melalui P2KP di 11.039kelurahan dan NUSSP di 164 kelurahan seluas 638 Ha, dan pembangunan Rusunawa sekitar 5.539 unit. Sedangkan untuk Air Minum akan diselesaikan tambahan kapasitas produksi sebesar 6.321 l/det yang melayani 4,32 juta jiwa, dan peningkatan air limbah di 106 kota/kab, persampahan di 133 kota/kab dan jaringan drainase perkotaan seluas 2.169 Ha. Dengan demikian diharapkan pencapaian kinerja pembangunan infrastruktur permukiman dapat mencapai 100 % dari sasaran program RPJMN.
Selain pembangunan fisik infrastruktur PU tersebut, sebagai tindaklanjut pelaksanaan UU di bidang PU telah diselesaikan berbagai Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri untuk Penataan Ruang dan Bangunan Gedung serta pedoman pelaksanaan Pembinaan Teknis dan Pengawasan Jasa Konstruksi. Dalam rangka suksesny pembangunan infrastruktur PU juga telah dilakukan berbagai Penelitian dan Pengembangan Teknologi tepat guna dan penyusunan NSPM.
Demikian laporan secara singkat Hasil Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Pekerjaan Umum, sebagai bahan informasi lebih rinci dan laporan secara lengkap, mohon kirany Bapak Presiden berkenan periksa pada 9(sembilan) buku terlampir, yaitu :
Buku 1 : Gambaran Umum Hasil Pembangunan Infrastruktur PU tahun 2005 – 2009
Buku 2 : Hasil – hasil Pembangunan Infrastruktur PU tahun 2005-2009 di Pulau Sumatera
Buku 3 : Hasil – hasil Pembangunan Infrastruktur PU tahun 2005-2009 di Pulau Jawa
Buku 4 : Hasil – hasil Pembangunan Infrastruktur PU tahun 2005-2009 di Pulau Kalimantan
Buku 5 : Hasil – hasil Pembangunan Infrastruktur PU tahun 2005-2009 di Pulau sulawesi
Buku 6 : Hasil – hasil Pembangunan Infrastruktur PU tahun 2005-2009 di Pulau Bali/NTB/NTT
Buku 7 : Hasil – hasil Pembangunan Infrastruktur PU tahun 2005-2009 di Kep. Maluku
Buku 8 : Hasil – hasil Pembangunan Infrastruktur PU tahun 2005-2009 di Pulau Papua
Buku 9 : Peraturan Penyelenggaraan Pembangunan Pekerjaan Umum.